LOW BACK PAIN ( LBP )

 

Low Back Pain (LBP) adalah nyeri yang dirasakan didaerah punggung bawah, dapat merupakan nyeri local maupun nyeri radikuler atau keduanya.
Nyeri yang berasal dari daerah punggung bawah dapat menuju ke daerah lain atau sebaliknya ,nyeri yang berasal dari daerah lain dirasakan di daerah punggung bawah ( reffered pain / nyeri yang menjalar ) . Kesulitan saat menegakkan badan setelah membungkuk karena timbulnya rasa kaku atau rasa sakit adalah gejala / keluhan yang sangat sering terjadi dari masalah nyeri punggung bawah atau Law Back Pain (LBP). 80 % manusia dalam perjalanan hidupnya pernah menderita LBP. LBP merupakan diagnosa yang paling sering dibuat oleh dokter setelah infeksi saluran pernapasan. Penderita LBP mempunyai tingkat rekuren (kekambuhan) yang tinggi terutama pada penderita dengan berat badan berlebih, gaya hidup santai akan tetapi secara psikis sering stress.
Sedikit sekali penderita yang mengerti bahwa bila kita memiliki otot yang kuat dan sikap tubuh yang tegap akan dapat mencegah nyeri punggung. Hal tersebut kemudian menimbulkan anggapan (yang salah) bahwa keadaan LBP sebagai hal yang wajar sejalan dengan bertambahnya usia dan atau akibat kerja terlalu berat, salah mengangkat baban berat, atau ranjang yang terlalu empuk

Sekitar 90% LBP akut maupun kronis adalah benigna ( jinak ) , sembuh spontan dalam waktu 4-6 minggu , cenderung berulang dan insidensi sekitar 15-20% .
LBP bisa disebabkan oleh : kelainan muskuloskeletal , sistem saraf , vaskuler , viseral dan psikogenik . Penyebab LBP antara lain :

a.  Kelemahan Otot Punggung dan Otot perut

-      Penelitian menunjukkan bahwa kelemahan kedua otot ini juga menyebabkan buruk-nya fleksibilitas otot dan memberi andil dalam timbulnya nyeri punggung bawah.

b.   Stress sikap tubuh

-    Sikap tubuh yang salah (misalnya salah pada posisi duduk) akan menyebabkan   kelelahan pada tulang belakang.

-    Ligament (jaringan pengikat sendi) akan terulur

-    Sendi dan syaraf akan mendapat tekanan

c.    Strain Otot

-    Pada cidera otot ringan akan kembali pulih dengan sendirinya, tapi cidera yang berat membutuhkan fisioterapi untuk mengurangi rasa sakit dan untuk penyembuhan yang sempurna.

-     Misalnya pada saat mengangkat beban.

d.   Strain Ligament

-    Penguluran ligament (jaringan pengikat sendi) yang melebihi kemampuan ulur dan uluran mendadak akan membuat kerobekan ligament dan perdarahan sekitar jaringan yang menyebabkan bengkak dan nyeri.

e.   Problem Diskus

-    Diskus atau bantalan sendi merupakan redam kejut, ber-ada di antara dua sendi tulang belakang.

-    Diskus dapat slip, menonjol, robek, atau aus karena umur.

f.      Sciatica

-     Syaraf sciatica berada mulai dari pinggang bawah terus ke pantat dan ke kaki. Iritasi dimana saja sepanjag syaraf akan menyebabkan nyeri pinggang dan kaki.

g.  Peradangan Sendi (arthritis)

-   Sendi tulang belakang mau-pun facetnya dapat meradang dan menyebabkan degenerasi dan peradangan dalam sendi sehingga menumbuhkan perkapuran pada ujung-ujung vertebra.

h.    Kebiasaan tidak banyak gerak

Tanda dan Gejala

  • Cara berjalan pincang,diseret ,kaku ( merupakan indikasi untuk pemeriksaan neurologis )
  • Perilaku penderita apakah konsisten dengan keluhan nyerinya ( kemungkinan kelainan psikiatrik )
  • Nyeri yang timbul hampir pada semua pergerakan daerah lumbal (pinggang ) sehingga penderita berjalan sangat hati-hati ( kemungkinan infeksi, peradangan, tumor atau patah tulang )

Pemeriksaan Penunjang

1.   Neurologik

•     Elektromiografi (EMG) , dilakukan bila dicurigai adanya disfungsi radiks

•     Somatosensory Evoked Potensial (SSEP) , berguna untuk stenosis kanal dan mielopati spinal .

2.   Radiologik

•     Foto Polos , untuk mengesampingkan adanya kelainan tulang

•           Mielografi , Mielo-CT , CT-scan,Magnetic Resonance Imaging (MRI) , untuk mencari penyebab nyeri antara lain tumor , HNP perlengketan .

3.   Laboratorium

•     Laju Endap Darah , darah perifer lengkap , C-reactive protein ,factor rheumatoid ,alkalin fosfatase ,kalsium ( atas indikasi )

•     Urinalisis , untuk penyakit non spesifik seperti infeksi

•     Liquor serebrospinalis ( atas indikasi )

4. Pemeriksaan Fisik

Tip Dalam Menghindari LBP

a.    Meningkatkan kekuatan otot perut dengan latihan penyiapan, yang terbaik adalah sit up dengan lutut ditekuk.

b.    Latihan memperkuat otot paha belakang.

-    Posisi duduk, kaki menggantung kebawah, kemudian kaki menarik beban ringan kearah belakang dan kembali lagi. Demikian berulang-ulang.

-      Posisi telungkup, kaki lurus, kemudian kaki ditekuk kearah atas depan, menarik beban ringan dan kembali lagi. Demikian berulang-ulang.

c.     Saat berlutut, hindari gerakan tubuh bagian atas untuk memutar tiba-tiba.

d.     Hindari mengangkat beban berat

-       Bila harus mengangkat beban, usahakan punggung lurus, jangan membungkuk tan-pa membengkokkan lutut.

-        Kaki dan tangan terbuka, tekuk panggul dan lutut

-      Pegang erat-erat bawaan, dekatkan dengan badan, kencangkan otot perut

-       Gunakan otot kaki, jangan otot punggung

-     Hindari mengangkat ba-rang diatas pinggang yang dapat menambah tekanan pada otot punggung bela-kang dan ligament.

-      Bila memutar gunakan kaki, bukan pinggang

e.   Sikap berdiri

-    Berdiri secara tegak, dada diangkat, bahu relaks dan dagu lurus kedepan.

-        Sikap berdiri stabil, seimbang, dan relaks bila pindah posisi ke duduk, berjalan atau berdiri kembali.

-        Tidak berdiri terlalu lama. Jika harus berdiri, pindahkan berat badan dari satu kaki ke kaki yang lain.

-    Hindari gerakan membungkuk dari posisi berdiri. Untuk melakukan stretching/pere-gangan punggung bawah dilakukan dari posisi duduk atau tiduran.

-      Untuk memungut sesuatu sebaiknya dengan menekuk lutut.

f.   Sikap duduk

-     Hindari duduk secara terus menerus lebih dari satu jam.

-    Bila duduk sebaiknya ber-sandar dan secara begantian mengangkat satu kaki lebih tinggi dari yang lain (pangkal kaki).

g.     Tidur

-    Hindari tidur diatas tempat tidur dengan kasur/busa/spring bed yang turun lebih dari 5cm bila anda tidur.

-      Tidurlah miring dengan lutut ditekuk. Jangan tidur dengan kaki lurus dan jangan tidur tengkurap. Kalau harus tidur terlentang, tekukkan lutut.

-     Sebelum turun dari tempat tidur pada pagi hari, lakukan latihan punggung bawah seperti menarik satu kaki dan dua kaki, baru berdiri dengan periahan.

 

Latihan Praktis yang dianjurkan

a.     Peregangan otot punggung bawah

-        Berbaringlah dengan kaki yang diluruskan di atas lantai. Tekuk lutut kanan kearah dada, peluk dengan kedua tangan sampai punggung ter-angkat. Tahan 5-10 detik. Nafas biasa. Kembali ke posisi awal dengan perlahan. Lakukan dengan kaki kiri. Ulangi 4-8 kali.

-       Posisi sama tetapi kedua kaki ditekuk dan dipeluk bersamaan.

b.   Bridging

-    Berbaringlah dengan lutut menekuk dan telapak kaki menapak dilantai, perut diken-cangkan, leher lurus dan punggung sedikit menekan lantai untuk menjaga posisi tetap lurus. Kedua lengan lurus disamping tubuh. Tarik nafas.

-    Perut tetap dikencangkan, lakukan gerakan bridging dengan cara mengencangkan dan mengangkat bokong ber-samaan. Hembuskan nafas saat mengangkat bokong. Tahan 5-10 detilc. Nafas biasa. Kembali ke posisi awal dengan perlahan.

-     Ulangi 4-8 kali

Disamping berlatih untuk memperkuat punggung bawah dan otot perut, diperlukan juga latihan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.   Periksalah kesehatan sebelum memulai latihan. Mulailah latihan dengan gerakan peregangan yang perlahan dan tidak memantul. Aktifitas yang baik untuk orang yang mempunyai masalah LBP adalah :

-      Jalan kaki

-   Bersepeda

-   Renang

 

Latihan yang harus dihindari

Jangan melakukan latihan berikut ini karena akan men“strain lower back”.

a.     Posisi tengkurap kemudian kedua kaki diangkat bersamaan

b.      Sit up dengan kedua kaki lurus.

c.      Hip fivists

Latihan memutar-mutar pinggul ke kin dan ke kanan dengan sikap berdiri, baik dengan alas pijakan yang dapat berputar ataupun tidak.

d.    Hurdlers stretch

Latihan peregangan dengan posisi duduk dilantai, satu kaki lurus kedepan, satu kaki ditekuk kesamping, membuat huruf L. Kemudian dilakukan gerakan mencium lutut kaki yang diluruskan lalu memutar badan bagian atas kearah kaki yang ditekuk.

e.    Latihan peregangan yang memeriukan gerakan cepat dan memantul.

 

Terapi :

1.      Informasi dan edukasi

2.      Farmakoterapi : obat penghilang rasa sakit ( pain killer )

3.      Non farmakologik :

•        Pada LBP akut :

1.      Imobilisasi ( lamanya tergantung kasus )

2.      Pengaturan Berat Badan

3.      Posisi Tubuh dan Aktivitas

4.      Modalitas termal ( terapi panas dan dingin )

5.      Masasage dan Traksi ( untuk dislokasi tulang belakang )

6.      Latihan : jalan , naik sepeda , berenang (tergantung kasus)

7.      Alat Bantu ( a.l : korset , tongkat )

•        Invasif non bedah :

o       Blok saraf dengan anestesi local

•        Bedah :

o       Pada HNP setelah pengobatan selama  4 minggu tidak menolong dan adanya defisit neurologis memburuk .

About these ads

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s